Beberapa Suku di Indonesia Sayy

Fd.Zefanya Ratu Citrahayi/9E/13

1. Suku Dani 

Suku Dani adalah salah satu suku bangsa yang mendiami pedalaman Papua, tepatnya di wilayah dataran tinggi Pegunungan Jayawijaya bagian tengah. Masyarakat suku ini biasanya berada di sekitar hulu sungai besar, salah satunya adalah Sungai Memberamo.

Sebagian besar suku Dani memeluk agama Kristen Protestan, namun tidak bisa lepas dari adat istiadatnya sebagai penganut kepercayaan roh-roh orang yang sudah meninggal.

Tradisi Potong Jari merupakan tradisi ekstrem yang dilakukan oleh beberapa suku dari Wamena di Provinsi Papua salah satunya suku Dani. Setiap terdapat anggota keluarga yang meninggal maka anggota keluarga yang masih hidup akan memotong satu ruas jarinya sebagai bentuk rasa kehilangan. Kini Tradisi Potong Jari sudah mulai ditinggalkan karena dianggap terlalu berbahaya.

2. Suku Toraja



Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan, Indonesia.

Mayoritas suku Toraja memeluk agama Kristen, sementara sebagian menganut Islam dan kepercayaan animisme yang dikenal sebagai Aluk To Dolo.

Ma’nene merupakan tradisi yang berasal dari Kabupaten Tana Toraja di Sulawesi Selatan berupa arak-arakan mumi dari leluhur yang telah meninggal. Sebelum tradisi Ma’nene dilakukan terlebih dahulu mumi akan diganti pakaiannya dengan pakaian baru seperti gaun atau jas formal. Konon jasad mumi dalam tradisi Ma’nene akan bisa berdiri dan berjalan sendiri seperti seolah ada kekuatan ghaib yang mengendalikannya.

3. Suku Banten

Suku Banten atau Sunda Banten adalah orang Sunda yang mendiami bekas daerah kekuasaan Kesultanan Banten di luar Parahyangan, Cirebon, dan Jakarta.

Beberapa orang suku banten menganut pada Nabi Adam atau mereka menyebutnya Nabi Adam Tunggal.

Debus merupakan tradisi yang berasal dari Provinsi Banten berupa kegiatan melukai diri sendiri dengan berbagai senjata tajam seperti pedang, golok, atau pisau. Debus mengandung makna mendalam bahwa tuhan tidak akan membiarkan hambanya terluka dengan tubuh yang telah diberikan. Tradisi ini telah dianut oleh umat Islam sejak abad ke-16 di Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

4. Suku Korowai

Orang-orang Korowai menempati kawasan hutan sekitar 150 kilometer dari Laut Arafura.

Keberadaan suku Korowai baru ditemukan sekitar 30 tahun lalu di pedalaman Papua. Mereka hidup dengan cara yang unik, yaitu di dalam rumah pohon dengan ketinggian yang mencapai 50 meter dari permukaan tanah. Suku ini juga merupakan salah satu suku di Papua yang tidak memakai koteka.
Meskipun kerap terdengar kabar bahwa suku ini merupakan kanibal, tetapi setelah diteliti lebih dalam, ternyata mereka hanya memakan daging manusia yang terbukti melanggar peraturan adat, misalnya tukang sihir alias khuakhua.
Namun, sifat kanibal suku Korowai kini sudah mulai ditinggalkan, terutama setelah banyak warga yang memperoleh penginjilan dan memberi diri untuk dibaptis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menganalisis Tari Kreasi

SBK SENI LUKIS

Menyanyikan lagu secara solo/tunggal